December 29, 2011

Untitled


Saya hapus konten dari blog ini tentu bukan tanpa alasan, namun saya juga tidak mengelak jika alasannya memang buruk. Yasudahlah.

Sebenarnya sudah lama saya ingin melakukan hal ini, hapus lalu mulai dari awal. Tapi yang menjadi masalah adalah saya sangat terbawa dengan yang namanya sentimental value, apalagi si Raveland ini merupakan anak kedua—setelah myOpera yang entah kemana—yang lahir ketika saya masih freshmen di SMA, dengan pola pikir yang sempit dan asal bunyi sampe bikin kesel kalo baca ulang postingan saya waktu itu.

Intinya, setiap saya ada keinginan untuk menghapus, bayangan masa lalu itu yang selalu mengalahkan keinginan tersebut. Ya ibarat di film kalau mau meninggal tiba-tiba ada tayangan flashback kehidupannya dia gitu kan /asal. Lalu seiring waktu saya yang punya teman-teman blogger lama dan melihat mereka ibaratnya “move on” gitu deh, antara pindah ke platform lainnya atau benar-benar stop blogging dan mampu menghapus konten blognya ... dan? Saya iri sama mereka, atau mungkin emang saya aja yang tidak bisa mengindahkan si sentimental value ini . Sekali lagi, Yasudahlah.

Entah tanggal berapa akhirnya saya kesambet (mungkin akumulasi keinginannya sudah melebihi reservation wage, EMANGNYE ESDM, gebleg) hingga akhirnya beneran lah saya export kontennya lalu mulai dari awal.

Mulai . dari . awal






Karena terlalu plain, mari saya beri gambar:


Coffee, all-time mood booster

2 notes: